21) Sūrat Al-'Anbyā'

Printed format

21) سُورَة الأَنبيَاء

Aqtaraba Lilnnāsi Ĥisābuhum Wa HumGhaflatin Mu`rūna Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (QS. 21:1) اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَة ٍ مُعْرِضُونَ
Mā Ya'tīhim Min Dhikrin Min Rabbihim Muĥdathin 'Illā Astama`ūhu Wa Hum Yal`abūna Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al-Qur'an pun yang baru (diturunkan) dari Rabb mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (QS. 21:2) مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْر ٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَث ٍ إِلاَّ اسْتَمَعُوه ُُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ
Lāhiyatan Qulūbuhum Wa 'Asarrū An-Naj Al-Ladhīna Žalamū Hal Hādhā 'Illā Basharun Mithlukum 'Afata'tūna As-Siĥra Wa 'Antum Tubşirūna (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?" (QS. 21:3) لاَهِيَة ً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَذَا إِلاَّ بَشَر ٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
Qāla Rabbī Ya`lamu Al-Qawla Fī As-Samā'i Wa Al-'Arđi Wa Huwa As-Samī`u Al-`Alīmu Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Rabbku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. 21:4) قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bal Qālū 'Ađghāthu 'Aĥlāmin Bal Aftarāhu Bal Huwa Shā`irun Falya'tinā Bi'āyatin Kamā 'Ursila Al-'Awwalūna Bahkan mereka berkata (pula): "(Al-Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan ia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mu'jizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus". (QS. 21:5) بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلاَم ٍ بَلْ افْتَرَاه ُُ بَلْ هُوَ شَاعِر ٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَة ٍ كَمَا أُرْسِلَ الأَوَّلُونَ
Mā 'Āmanat Qablahum Min Qaryatin 'Ahlaknāhā 'Afahum Yu'uminūna Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman 953? (QS. 21:6) مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ
Wa Mā 'Arsalnā Qablaka 'Illā Rijālāan Nūĥī 'Ilayhim Fās'alū 'Ahla Adh-Dhikri 'In Kuntum Lā Ta`lamūna Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (QS. 21:7) وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلاَّ رِجَالا ً نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Wa Mā Ja`alnāhum Jasadāan Lā Ya'kulūna Aţ-Ţa`āma Wa Mā Kānū Khālidīna Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS. 21:8) وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدا ً لاَ يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ
Thumma Şadaqnāhumu Al-Wa`da Fa'anjaynāhum Wa Man Nashā'u Wa 'Ahlaknā Al-Musrifīna Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas. (QS. 21:9) ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ
Laqad 'Anzalnā 'Ilaykum Kitābāan Fīhi Dhikrukum 'Afalā Ta`qilūna Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (QS. 21:10) لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابا ً فِيه ِِ ذِكْرُكُمْ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
Wa Kam Qaşamnā Min Qaryatin Kānat Žālimatan Wa 'Ansha'nā Ba`dahā Qawmāan 'Ākharīna Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kamu yang lain (sebagai penggantinya). (QS. 21:11) وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَة ٍ كَانَتْ ظَالِمَة ً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْما ً آخَرِينَ
Falammā 'Aĥassū Ba'sanā 'Idhā Hum Minhā Yarkuđūna Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. (QS. 21:12) فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ
Lā Tarkuđū Wa Arji`ū 'Ilá Mā 'Utriftum Fīhi Wa Masākinikum La`allakum Tus'alūna Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada ni'mat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya . (QS. 21:13) لاَ تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَى مَا أُتْرِفْتُمْ فِيه ِِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ
Qālū Yā Waylanā 'Innā Kunnā Žālimīna Mereka berkata: "Aduhai,celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim". (QS. 21:14) قَالُوا يَاوَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
Famā Zālat Tilka Da`wāhum Ĥattá Ja`alnāhum Ĥaşīdāan Khāmidīna Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (QS. 21:15) فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيداً خَامِدِينَ
Wa Mā Khalaq As-Samā'a Wa Al-'Arđa Wa Mā Baynahumā Lā`ibīna Dan tidaklah Kami ciptalan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main. (QS. 21:16) وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاَعِبِينَ
Law 'Aradnā 'An Nattakhidha Lahwan Lāttakhadhnāhu Min Ladunnā 'In Kunnā Fā`ilīna Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian,(tentulah Kami telah melakukannya). (QS. 21:17) لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوا ً لاَتَّخَذْنَاه ُُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ
Bal Naqdhifu Bil-Ĥaqqi `Alá Al-Bāţili Fayadmaghuhu Fa'idhā Huwa Zāhiqun Wa Lakumu Al-Waylu Mimmā Taşifūna Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensipati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya). (QS. 21:18) بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُه ُُ فَإِذَا هُوَ زَاهِق ٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Wa Lahu Man As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Man `Indahu Lā Yastakbirūna `An `Ibādatihi Wa Lā Yastaĥsirūna Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19) وَلَه ُُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِه ِِ وَلاَ يَسْتَحْسِرُونَ
Yusabbiĥūna Al-Layla Wa An-Nahāra Lā Yafturūna Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. 21:20) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لاَ يَفْتُرُونَ
'Am Attakhadhū 'Ālihatan Mina Al-'Arđi Hum Yunshirūna Apakah mereka mengambil ilah-ilah dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? (QS. 21:21) أَمْ اتَّخَذُوا آلِهَة ً مِنَ الأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ
Law Kāna Fīhimā 'Ālihatun 'Illā Allāhu Lafasadatā Fasubĥāna Allāhi Rabbi Al-`Arshi `Ammā Yaşifūna Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. 21:22) لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَة ٌ إِلاَّ اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Lā Yus'alu `Ammā Yaf`alu Wa Hum Yus'alūna Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. 21:23) لاَ يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
'Am Attakhadhū Min Dūnihi 'Ālihatan Qul Hātū Burhānakumdhā Dhikru Man Ma`iya Wa Dhikru Man Qablī Bal 'Aktharuhum Lā Ya`lamūna Al-Ĥaqqa Fahum Mu`rūna Apakah mereka mengambil ilah-ilah selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al-Qur'an) ini adalah petunjuk bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku “. Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. (QS. 21:24) أَمْ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَة ً قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ هَذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ
Wa Mā 'Arsalnā Min Qablika Min Rasūl 'Iinillā Nūĥī 'Ilayhi 'Annahu Lā 'Ilāha 'Illā 'Anā Fā`budūni Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. 21:25) وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُول إٍِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ~َ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ
Wa Qālū Attakhadha Ar-Raĥmānu Waladāan Subĥānahu Bal `Ibādun Mukramūna Dan mereka berkata: "Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak",Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimulyakan, (QS. 21:26) وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدا ً سُبْحَانَه ُُ بَلْ عِبَاد ٌ مُكْرَمُونَ
Lā Yasbiqūnahu Bil-Qawli Wa Hum Bi'amrihi Ya`malūna mereka itu tidak tidak mendahului-Nya dengan perkatan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (QS. 21:27) لاَ يَسْبِقُونَه ُُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِه ِِ يَعْمَلُونَ
Ya`lamu Mā Bayna 'Aydīhim Wa Mā Khalfahum Wa Lā Yashfa`ūna 'Illā Limani Artađá Wa Hum Min Khashyatihi Mushfiqūna Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. (QS. 21:28) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِه ِِ مُشْفِقُونَ
Wa Man Yaqul Minhum 'Innī 'Ilahun Min Dūnihi Fadhālika Najzīhi Jahannama Kadhālika Naj Až-Žālimīna Dan barangsiapa diantara mereka mengatakan: "Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim. (QS. 21:29) وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَه ٌ ٌ مِنْ دُونِه ِِ فَذَلِكَ نَجْزِيه ِِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
'Awalam Yará Al-Ladhīna Kafarū 'Anna As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Kānatā Ratqāan Fafataqnāhumā Wa Ja`alnā Mina Al-Mā'i Kulla Shay'in Ĥayyin 'Afalā Yu'uminūna Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS. 21:30) أَوَلَمْ يَرَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقا ً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلاَ يُؤْمِنُونَ
Wa Ja`alnā Fī Al-'Arđi Rawāsiya 'An Tamīda Bihim Wa Ja`alnā Fīhā Fijājāan Subulāan La`allahum Yahtadūna Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi ini (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (QS. 21:31) وَجَعَلْنَا فِي الأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجا ً سُبُلا ً لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Wa Ja`alnā As-Samā'a Saqfāan Maĥfūžāan Wa Hum `An 'Āyātihā Mu`rūna Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (QS. 21:32) وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفا ً مَحْفُوظا ً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
Wa Huwa Al-Ladhī Khalaqa Al-Layla Wa An-Nahāra Wa Ash-Shamsa Wa Al-Qamara Kullun Fī Falakin Yasbaĥūna Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya, (QS. 21:33) وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلّ ٌ فِي فَلَك ٍ يَسْبَحُونَ
Wa Mā Ja`alnā Libasharin Min Qablika Al-Khulda 'Afa'īn Mitta Fahumu Al-Khālidūna Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? (QS. 21:34) وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَر ٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِيْنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
Kullu Nafsin Dhā'iqatu Al-Mawti Wa Nablūkum Bish-Sharri Wa Al-Khayri Fitnatan Wa 'Ilaynā Turja`ūna Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35) كُلُّ نَفْس ٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَة ً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Wa 'Idhā Ra'āka Al-Ladhīna Kafarū 'In Yattakhidhūnaka 'Illā Huzūan 'Ahadhā Al-Ladhī Yadhkuru 'Ālihatakum Wa Hum Bidhikri Ar-Raĥmāni Hum Kāfirūna Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela ilah-ilahmu?", padahal mereka adalah orang-orang yang inkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. (QS. 21:36) وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلاَّ هُزُواً أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ
Khuliqa Al-'Insānu Min `Ajalin Sa'urīkum 'Āyātī Falā Tasta`jilūni Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (QS. 21:37) خُلِقَ الإِنسَانُ مِنْ عَجَل ٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلاَ تَسْتَعْجِلُونِ
Wa Yaqūlūna Matá Hādhā Al-Wa`du 'In Kuntum Şādiqīna Mereka berkata: "Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar" (QS. 21:38) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنتُمْ صَادِقِينَ
Law Ya`lamu Al-Ladhīna Kafarū Ĥīna Lā Yakuffūna `An Wujūhihimu An-Nāra Wa Lā `An Žuhūrihim Wa Lā Hum Yunşarūna Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui,waktu (dimana) mereka tak mampu untuk mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka tidak (pula) mendapatkan pertolongan, (tentulah mereka tidak meminta disegerakan). (QS. 21:39) لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لاَ يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلاَ عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلاَ هُمْ يُنْصَرُونَ
Bal Ta'tīhim Baghtatan Fatabhatuhum Falā Yastaţī`ūna Raddahā Wa Lā Hum Yunžarūna Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (QS. 21:40) بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَة ً فَتَبْهَتُهُمْ فَلاَ يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ
Wa Laqadi Astuhzi'a Birusulin Min Qablika Faĥāqa Bial-Ladhīna Sakhirū Minhum Mā Kānū Bihi Yastahzi'ūn Dan sungguh telah diperolok-olokan beberapa rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 21:41) وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُل ٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِه ِِ يَسْتَهْزِئُون
Qul Man Yakla'uukum Bil-Layli Wa An-Nahāri Mina Ar-Raĥmāni Bal Hum `An Dhikri Rabbihim Mu`rūna Katakanlah: "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Rabb mereka. (QS. 21:42) قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ
'Am Lahum 'Ālihatun Tamna`uhum Min Dūninā Lā Yastaţī`ūna Naşra 'Anfusihim Wa Lā Hum Minnā Yuşĥabūna Atau adakah mereka mempunyai ilah-ilah yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. ilah-ilah itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?, (QS. 21:43) أَمْ لَهُمْ آلِهَة ٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا لاَ يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلاَ هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ
Bal Matta`nā Hā'uulā' Wa 'Ābā'ahum Ĥattá Ţāla `Alayhimu Al-`Umuru 'Afalā Yarawna 'Annā Na'tī Al-'Arđa Nanquşuhā Min 'Aţrāfihā 'Afahumu Al-Ghālibūna Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka keni'matan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka akapah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatang negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang? (QS. 21:44) بَلْ مَتَّعْنَا هَاؤُلاَء وَآبَاءَهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلاَ يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ
Qul 'Innamā 'Undhirukum Bil-Waĥyi Wa Lā Yasma`u Aş-Şummu Ad-Du`ā'a 'Idhā Mā Yundharūna Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan". (QS. 21:45) قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ وَلاَ يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ
Wa La'in Massat/hum Nafĥatun Min `Adhābi Rabbika Layaqūlunna Yā Waylanā 'Innā Kunnā Žālimīna Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Rabbmu, pastilah mereka berkata: "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri". (QS. 21:46) وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَة ٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَاوَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
Wa Nađa`u Al-Mawāzīna Al-Qisţa Liyawmi Al-Qiyāmati Falā Tužlamu Nafsun Shay'āan Wa 'In Kāna Mithqāla Ĥabbatin Min Khardalin 'Ataynā Bihā Wa Kafá Binā Ĥāsibīna Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (QS. 21:47) وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْس ٌ شَيْئا ً وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّة ٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
Wa Laqad 'Ātaynā Mūsá Wa Hārūna Al-Furqāna Wa Điyā'an Wa Dhikrāan Lilmuttaqīna Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi yang bertaqwa. (QS. 21:48) وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاء ً وَذِكْرا ً لِلْمُتَّقِينَ
Al-Ladhīna Yakhshawna Rabbahum Bil-Ghaybi Wa Hum Mina As-Sā`ati Mushfiqūna (yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Rabb mereka, sedang mereka tidak melihatnya dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat. (QS. 21:49) الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ
Wa Hadhā Dhikrun Mubārakun 'Anzalnāhu 'Afa'antum Lahu Munkirūna Dan Al-Qur'an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS. 21:50) وَهَذَا ذِكْر ٌ مُبَارَكٌ أَنزَلْنَاهُ~ُ أَفَأَنْتُمْ لَه ُُ مُنكِرُونَ
Wa Laqad 'Ātaynā 'Ibrāhīma Rushdahu Min Qablu Wa Kunnā Bihi `Ālimīna Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (QS. 21:51) وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَه ُُ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِه ِِ عَالِمِينَ
'Idh Qāla Li'abīhi Wa Qawmihi Mā Hadhihi At-Tamāthīlu Allatī 'Antum Lahā `Ākifūna (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" (QS. 21:52) إِذْ قَالَ لِأَبِيه ِِ وَقَوْمِه ِِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
Qālū Wajadnā 'Ābā'anā Lahā `Ābidīna Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya". (QS. 21:53) قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ
Qāla Laqad Kuntum 'Antum Wa 'Ābā'uukum Fī Đalālin Mubīnin Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata". (QS. 21:54) قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلاَل ٍ مُبِين ٍ
Qālū 'Aji'tanā Bil-Ĥaqqi 'Am 'Anta Mina Al-Lā`ibīna Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main 962?" (QS. 21:55) قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللاَّعِبِينَ
Qāla Bal Rabbukum Rabbu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Al-Ladhī Faţarahunna Wa 'Anā `Alá Dhālikum Mina Ash-Shāhidīna Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu" (QS. 21:56) قَالَ بَل رَبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Wa Tālllahi La'akīdanna 'Aşnāmakum Ba`da 'An Tuwallū Mudbirīna Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. (QS. 21:57) وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ
Faja`alahum Judhādhāan 'Illā Kabīrāan Lahum La`allahum 'Ilayhi Yarji`ūna Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (QS. 21:58) فَجَعَلَهُمْ جُذَاذا ً إِلاَّ كَبِيرا ً لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Qālū Man Fa`ala Hādhā Bi'ālihatinā 'Innahu Lamina Až-Žālimīna Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim". (QS. 21:59) قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّه ُُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ
Qālū Sami`nā Fatáan Yadhkuruhum Yuqālu Lahu 'Ibrāhīmu Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang prmuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". (QS. 21:60) قَالُوا سَمِعْنَا فَتى ً يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ~ُ إِبْرَاهِيمُ
Qālū Fa'tū Bihi `Alá 'A`yuni An-Nāsi La`allahum Yash/hadūna Mereka berkata: "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan". (QS. 21:61) قَالُوا فَأْتُوا بِه ِِ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ
Qālū 'A'anta Fa`alta Hādhā Bi'ālihatinā Yā 'Ibrāhīmu Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakuakan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, hai Ibrahim?" (QS. 21:62) قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَاإِبْرَاهِيمُ
Qāla Bal Fa`alahu Kabīruhumdhā Fās'alūhum 'In Kānū Yanţiqūna Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara" (QS. 21:63) قَالَ بَلْ فَعَلَه ُُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنطِقُونَ
Faraja`ū 'Ilá 'Anfusihim Faqālū 'Innakum 'Antumu Až-Žālimūna Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)", (QS. 21:64) فَرَجَعُوا إِلَى أَنفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ
Thumma Nukisū `Alá Ru'ūsihim Laqad `Alimta Mā Hā'uulā' Yanţiqūna kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara". (QS. 21:65) ثُمَّ نُكِسُوا عَلَى رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَاؤُلاَء يَنطِقُونَ
Qāla 'Afata`budūna Min Dūni Allāhi Mā Lā Yanfa`ukum Shay'āan Wa Lā Yađurrukum Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa'at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?" (QS. 21:66) قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لاَ يَنفَعُكُمْ شَيْئا ً وَلاَ يَضُرُّكُمْ
'Uffin Lakum Wa Limā Ta`budūna Min Dūni Allāhi 'Afalā Ta`qilūna Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? (QS. 21:67) أُفّ ٍ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
Qālū Ĥarriqūhu Wa Anşurū 'Ālihatakum 'In Kuntum Fā`ilīna Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". (QS. 21:68) قَالُوا حَرِّقُوه ُُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنتُمْ فَاعِلِينَ
Qulnā Yā Nāru Kūnī Bardāan Wa Salāmāan `Alá 'Ibrāhīma Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", (QS. 21:69) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدا ً وَسَلاَماً عَلَى إِبْرَاهِيمَ
Wa 'Arādū Bihi Kaydāan Faja`alnāhumu Al-'Akhsarīna mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi. (QS. 21:70) وَأَرَادُوا بِه ِِ كَيْدا ً فَجَعَلْنَاهُمُ الأَخْسَرِينَ
Wa Najjaynāhu Wa Lūţāan 'Ilá Al-'Arđi Allatī Bāraknā Fīhā Lil`ālamīna Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (QS. 21:71) وَنَجَّيْنَاه ُُ وَلُوطا ً إِلَى الأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
Wa Wahabnā Lahu 'Isĥāqa Wa Ya`qūba Nāfilatan Wa Kullāan Ja`alnā Şāliĥīna Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh. (QS. 21:72) وَوَهَبْنَا لَهُ~ُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَة ً وَكُلاّ ً جَعَلْنَا صَالِحِينَ
Wa Ja`alnāhum 'A'immatan Yahdūna Bi'amrinā Wa 'Awĥaynā 'Ilayhim Fi`la Al-Khayrāti Wa 'Iqāma Aş-Şalāati Wa 'Ītā'a Az-Zakāati Wa Kānū Lanā `Ābidīna Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah, (QS. 21:73) وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّة ً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Wa Lūţāan 'Ātaynāhu Ĥukmāan Wa `Ilmāan Wa Najjaynāhu Mina Al-Qaryati Allatī Kānat Ta`malu Al-Khabā'itha 'Innahum Kānū Qawma Saw'in Fāsiqīna dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji . Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, (QS. 21:74) وَلُوطا ً آتَيْنَاه ُُ حُكْما ً وَعِلْما ً وَنَجَّيْنَاه ُُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْء ٍ فَاسِقِينَ
Wa 'Adkhalnāhu Fī Raĥmatinā 'Innahu Mina Aş-Şāliĥīna dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 21:75) وَأَدْخَلْنَاه ُُ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّه ُُ مِنَ الصَّالِحِينَ
Wa Nūĥāan 'Idh Nādá Min Qablu Fāstajabnā Lahu Fanajjaynāhu Wa 'Ahlahu Mina Al-Karbi Al-`Ažīmi Dan (ingatlah kisah)Nuh, sebelum itu ketika ia berdo'a, dan Kami memperkenankan do'anya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar. (QS. 21:76) وَنُوحا ً إِذْ نَادَى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَه ُُ فَنَجَّيْنَاه ُُ وَأَهْلَه ُُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
Wa Naşarnāhu Mina Al-Qawmi Al-Ladhīna Kadhdhabū Bi'āyātinā 'Innahum Kānū Qawma Saw'in Fa'aghraqnāhum 'Ajma`īna Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (QS. 21:77) وَنَصَرْنَاه ُُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْء ٍ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ
Wa Dāwūda Wa Sulaymāna 'Idh Yaĥkumāni Fī Al-Ĥarthi 'Idh Nafashat Fīhi Ghanamu Al-Qawmi Wa Kunnā Liĥukmihim Shāhidīna Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, (QS. 21:78) وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيه ِِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ
Fafahhamnāhā Sulaymāna Wa Kullāan 'Ātaynā Ĥukmāan Wa `Ilmāan Wa Sakhkharnā Ma`a Dāwūda Al-Jibāla Yusabbiĥna Wa Aţ-Ţayra Wa Kunnā Fā`ilīna maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) 967; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79) فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلاّ ً آتَيْنَا حُكْما ً وَعِلْما ً وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِينَ
Wa `Allamnāhu Şan`ata Labūsin Lakum Lituĥşinakum Min Ba'sikum Fahal 'Antum Shākirūna Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperangan; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (QS. 21:80) وَعَلَّمْنَاه ُُ صَنْعَةَ لَبُوس ٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ
Wa Lisulaymāna Ar-Rīĥa `Āşifatan Tajrī Bi'amrihi 'Ilá Al-'Arđi Allatī Bāraknā Fīhā Wa Kunnā Bikulli Shay'in `Ālimīna Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 21:81) وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَة ً تَجْرِي بِأَمْرِهِ~ِ إِلَى الأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ
Wa Mina Ash-Shayāţīni Man Yaghūşūna Lahu Wa Ya`malūna `Amalāan Dūna Dhālika Wa Kunnā Lahum Ĥāfižīna Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan sya